Waspada…!! 200 Ekor Sapi Di Tebo Terserang Penyakit BEF

Polrestebo.jambi.polri.go.id, Rimbo Bujang-Awas..!! Perlu di waspadai perubahan iklim dari musim panas ke musim penghujan, dominan ternak Sapi dan sejenisnnya terserang penykit Bovine Ephemeral Fever (BEF) atau yang lebih dikenal penyakit demam tiga hari.

Data yang tercatat di UPT Dinas Perkebunan Peternakan dan Periknan Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo, sejak empat bulan terakhir ini  sudah ada 200 ekor Sapi milik petani terserang penyakit BEF yang tersebar di Kecamatan Rimbo Bujang, Rimbo Ulu dan Rimbo Ilir.

Kepala UPT Dinas Perkebunan Peternakan dan Perikanan Kecamatan Rimbo Bujang Iman Saptaji, melalui angotanya Suprianto saat di konfirmasi Rabu (11/10/2017) membenarkan dalam empat bulan terakhir ini sudah ada 200 ekor Sapi milik warga terserang penyakit BEF tersebar ditiga Kecamatan yakni Rimbo Bujang, Rimbo Ulu dan Riimbo Ilir.

“Benar di musim penghujan dominan ternak Sapi terserang penyakit BEF, kepada petani atau peternak Sapi agar waspada dengan menjaga kebersihan Kandang dan memperhatikan pakan yang baik.    “Jelas Suprianto.

Lebih jauh Suprianto mengatakan, untuk mengantisipasi terserangnya penyakit supaya dilakukan Sanitasi dengan membersihkan kandang Sapi dan memberikan pakan yang bergizi.

“Kalau mengenai penyakit Virus Jembrana yang menyerang Sapi di luar Provinsi Jambi, kita tegaskan penyakit tersebut di Kabupaten Tebo belum ada ditemukan. Kita juga petugas lapangan sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait larangan memotong Sapi produktif. “Pungkasnya.

Sementara Bhabinkamtibmas Polsek Rimbo Bujang Brigpol Roy Situmorang saat berada didesa binaanya Desa Pematang Sapat kepada media ini, pihaknya mengatakan menghimbau kepaada petani dan peternak Sapi agar memperhatikan kebersihan kandang serta kehigenisan makanan, mengingat saat sekarang ini sedang musim penghujan.

“Warga masyarakat petani dan peternak Sapi agar betul-betul memperhatikan kebersihan dan makanan Sapi, lakukan sanitasi pembersihan kandang agar dapat terhindar dari penyakit Bovine Ephemeral Fever (BEF) atau yang lebih dikenal penyakit demam tiga hari,”papar Brigpol Roy.

Lanjut Bhabimkamtibmas, kita tidak bosan-bosanya mensosialisasikan agar petani dan peternak sapi tidak memotong sapi produktif.

“Polsek Rimbo Bujang melalui Bhabimkamtibamas selalu mensosialisasikan kepada warga masyarakat petani dan peternak sapi agar tidak memotong Sapi produktif. Bila kedapatan maka sanksi bui menanti,”tutupnya.(Roy)

Publish : DSM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *