Turnamen Bola Kaki Berakhir Ricuh, 5 Pemain Luka -Luka

Polrestebo.jambi.polri.go.id, Tebo Tengah – Ajang Perlombaan atau kejuaraan pada cabang bola kaki yang banyak di minati oleh kaum Adam ini tidak sedikit berakhir kericuhan.

Pasalnya pada negara Indonesia sendiri, banyak ajang sepakbola tingkat Nasional yang ujung-ujungnya berakhir dengan perkelahian antar supporter kedua club. Banyak faktor dan penyebab timbulnya kericuhan ini. Diantaranya ketidakpuasan masing-masing supporter dengan hasil pertandingan atau keputusan wasit yang terlalu kontroversial sehingga memicu emosi masing-masing suporter.

Sikap yang terlalu fanatik yang di tunjukkan oleh masing-masing supporter terhadap club sepak bola kesayangannya juga menjadi salah satu penyebab terjadinya kericuhan.

Dan hal ini pun juga terjadi pada saat pelaksanaan ajang Turnament Sepak Bola antar desa se Kecamatan Tebo Tengah dalam rangka memperingati HUT RI ke 72,  Sabtu kemarin (12/8/17).

Dimana pada saat berjalanya pertandingan antara Club sepak bola Puma melawan VS Pratama B sempat terjadi kericuhan antara suporter dari Pratama FC dengan pemain club Puma FC.

Dari kejadian tersebut ke lima pemain club Puma FC mengalami luka – luka akibat kericuhan yang dilakukan supporter Pratama FC yang berbuntut pengeroyokan terhadap para pemain club Puma FC.

Namun Kericuhan tersebut tidak sempat meluas menjadi keributan besar karena para Pihak Kepolisian Polsek Tebo Tengah yang melaksanakn pengamanan pertandingan langsung melerai dan melakukan mediasi dalam penyelesaian keributan tersebut.

Mediasi yang dilakukan di Mako Polsek Tebo Tengah ini dihadiri oleh Sekcam Tebo Tengah, Ketua Panitia Turnament, seluruh para pemain dan manager serta personil Polsek Tebo Tengah.

Dari mediasi tersebut lahirlah beberapa kesepakatan antara kedua belah pihak yang diataranya sebuah kesepakatan berdamai antara pihak Puma FC dengan Pratama FC yang tidak akan menuntut dan mengulangi keributan di kemudian hari. Selain itu keputusan dari pihak panitia yang melakukan diskualifikasi terhadap kedua club tersebut akhirnya disepakati.

Hal ini dibenarkan oleh Kapolsek Tebo Tengah Iptu Gazali sat dikonfirmasi, pihaknya menjelaskan bahwa saat ini kedua belah pihak bair dari pemain dan masa supporter kedua club sudah sepakat berdamai.

“Sebenarnya kita sangat menyesalkan atas keributan ini, karena ajang pertandingan ini merupakan sarana dalam memeriahkan HUT RI ke 72 yang malah berakhir dengan keributan. Namun kedua belah pihak sudah berdamai dan pihak panitia memberikan hukuman diskualifikasi kedua club tersebut,”jelas Kapolsek Tebo Tengah.(Didit/DSM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *