Polres Inhu Gelar Ekspose Pengungkapan Kasus Selama Ops Ramadniya 2017

Polrestebo.jambi.polri.go.id, Polda Riau – Selama operasi Ramadniya Siak 2017 di Kabupaten Indragiri Hulu, Polres Inhu mengungkap sejumlah kasus yang menjadi perhatian, Kapolres Inhu AKBP Arif Bastari S.IK, MH yang memimpin langsung ekspos perkara yang diselenggarakan di halaman Mapolres Inhu, Senin (3/7/2017).

Dalam ekspos perkara tersebut, Kapolres Inhu didampingi Waka Polres Inhu Kompol Rony Syahendra SH, S.IK, Kabag Ops Polres Inhu Kompol Frangky Tambunan ST, Kabag Sumda Kompol Amril S.Sos, SH, MH, Kapolsek Seberida Kompol Sahat Bona Salomo Tambunan, Kapolsek Pasir Penyu Kompol Dwi Kormal, Kasat Reskrim Polres Inhu Akp Andrie Setiawan S.IK, Kapolsek Kelayang Akp Buha Siahaan, Paur Humas Ipda Juraidi dan para Kanit Reskrim beserta anggota.

Perkara yang berhasil diungkap 3 perkara yang ditangani Sat Reskrim Polres Inhu yakni, 2 Perkara pemerasan oleh pelaku yang mengaku-ngaku sebagai anggota polisi, yang terjadi di Kawasan wisata Danau Raja pada tanggal 2 Juli 2017 dan kawasan Ruang terbuka Hijau (RTH) Pematang Reba pada tanggal 1 Juli 2017 dengan 4 orang tersangka ditangkap, Perkara pencurian dengan kekerasan dari uang hasil penjualan rokok milik PT Soemporna Tbk sebesar Rp 416.727.000,- (Empat Ratus Enam Belas Juta Tujuh Ratus Dua Puluh Tujuh Ribu Rupiah) yang terjadi pada tanggal 2 Juni 2017 lalu dengan 3 orang tersangka ditangkap.

Kapolres Inhu sedang melakukan pemeriksaan terhadap tersangka

Dua (2) perkara yang ditangani Polsek sejajaran Polres Inhu, 1 Perkara kepemilikan senjata api tanpa izin yang terjadi di wilayah Polsek Kelayang yang terjadi pada tanggal 2 Juli 2017 dan pengungkapan kasus pencurian sepeda motor (Curamor) yang terjadi di Kelurahan Pangkalan Kasai Kec. Seberida yang terjadi pada tanggal 5 Juni 2017 dengan 5 orang tersangka yang ditangkap.

Para tersangka ini, merupakan pelaku lama yang beraksi dilintas kabupaten Seperti, tersangka kepemilikan senpi di Kelayang itu merupakan tahanan yang baru keluar pada bulan Mei 2017 lalu, tersangka curamor itu merupakan komplotan keritang dan komplotan Nias.

Kemudian, para tersangka yang melakukan pemerasan itu merupakan pelaku yang sering beroperasi dikawasan wisata dengan sasaran anak-anak remaja, “Dengan bermodalkan senjata replika, tersangka melakukan pemerasan,” kata AKBP Arif Bastari S.IK, MH.

IMG-20170703-WA0322“Kita akan sikat para pelaku seperti ini dan tidak akan memberikan ruang bagi pelaku untuk melakukan aksinya, Bagi masyarakat yang menjadi korban diminta untuk segera melapor ke polisi,’’ Ujar Kapolres AKBP Arif Bastari S.I.K, MH.

Sumber   : http://tribratanews.polri.go.id/?p=222612

Publish    : Dian SM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *