Polisi Ungkap Kasus Narkoba Sebanyak 7 Kg

polrestebo.jambi.polri.go.id, Surabaya – Seberat 7,406 kilogram narkotika jenis sabu berhasil diungkap oleh jajaran Satres Narkoba Polrestabes Surabaya. Dari pengungkapan yang dilakukan, polisi berhasil mengamankan 4 orang tersangka yang merupakan bagian dari jaringan bandar di Sokobanah, Sampang, Madura. 4 tersangka tersebut berinisial MH (34) dan AR (31) warga asal Aceh, MN (29) warga asal Pidi Jaya dan NRS (19) warga Sidoarjo.

Keempat tersangka tersebut terpaksa ditembak pada betisnya oleh personel polisi karena berusaha kabur ketika hendak disergap. Polisi masih memburu lima orang lagi dalam jaringan peredaran narkoba tersebut. Ketiga pelaku ditangkap di sebuah hotel kawasan Sidoarjo, sedangkan satu tersangka ditangkap di daerah Surabaya.

Kapolresrabes Surabaya, Kombes Pol. Sandi Nugroho menjelaskan bahwa sabu tersebut berasal dari Malaysia yang dikirim ke Batam. Kemudian dikirim ke Jakarta lewat jalur laut. Selanjutnya dikirim ke Surabaya menggunakan kereta api.

“Tiga pelaku ditangkap pada 19 November 2019. Dan kami menyita narkotika jenis sabu dengan berat 7,406 kilogram yang rencananya akan dikirim ke Sokobanah, Sampang, Madura. Pengungkapan ini merupakan hasil kerja keras dari anggota yang melakukan pengembangan,” ungkap Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Sandi Nugroho.

Kapolrestabes Surabaya juga menambahkan bahwa Kapolda Jawa Timur, Irjen. Pol. Drs. Luki Hermawan, M.Si., pernah rilis pengungkapan jaringan Sokobanah, dan ternyata masih ada meski dilakukan penindakan beberapa kali. Sehingga jaringan Sokobanah perlu diwaspadai dan diungkap supaya anak-anak tidak terkena narkoba.

Dalam peredaran barang haram tersebut, para tersangka menerima upah Rp50 juta setiap satu kilogram. Polisi terus mengembangkan kasus tersebut untuk menangkap pelaku yang lain.

Atas perbuatannya, para tersangka akan dijerat dengan pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 UU RI 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara.

Sumber : tribratanewspolri

Publish : DSM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *