Kapolres, Bupati dan Wakil Bupati Tebo Berkomitmet Menjaga Keutuhan NKRI

Polrestebo.jambi.polri.go.id, Tebo  – Bupati Tebo Sukandar dan Wakilnya Syahlan Arfan komitmet akan menjaga keutuhan Negara Republik Indonesia (NKRI). Hal ini ditunjukannya dengan ikut menandatanggani partisi Deklamasi Menjaga Keutuhan NKRI di aula Pendopo rumah dinas Bupati Tebo, Rabu (20/9) kemarin.

Bupati Tebo H. Sukandar saat menandatangi Partisi

Sebelum Sukandar, partisi tersebut telah ditandatanggani oleh Kapolres Tebo, Kakanmenag Tebo, Kasi Intel Kejari Tebo, Komisioner KPUD Tebo, OKP, Ormas, Mahasiswa, pelajar dan para peserta seminar Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 yang digelar oleh PC PMII Tebo.

Diketahui, ada 3 kesepakatan dalam petisi tersebut diantaranya, Pemuda, Ormas, OKM, OKM, LSM, Mahasiswa, Pelajar Tebo akan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dibawah naungan NKRI.

Pemuda, Ormas, OKP, OKM, LSM, Mahasiswa, Pelajar Tebo tetap mendukung pemerintah dalam menertibkan Ormas dan Organisasi Kepemudaan yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Terakhir, Pemuda, Ormas, OKP, OKM, LSM, Mahasiswa, Pelajar Tebo mendorong pemerintah untuk menjadikan Perpu Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Organisasi Kemasyarakatan menjadi Undang-undang.

Sukandar Bupati Tebo dalam arahannya sangat merespon positif atas kegiatan seminar tersebut,”Kami sebagai Pemda Tebo sangat apresiasi acara ini. Ini (keutuhan NKRI) sudah menjadi kekhawatiran kita semua, termasuk presiden. Alhamdulillah, adik-adik PMII telah memulainya, “kata Sukandar.

Menurut Sukandar, seminar tentang peraturan pemerintah peganti UU Nomor 2 Tahun 2017 tentang perubahan atas uu Nomor 17 Tahun 2013 tentang organisasi kemasyarakatan ini sangat penting untuk menjaga kesatuan NKRI. Pasalnya, lanjut bupati dengan adanya seminar ini setidaknya bisa menumbuhkan kecintaan kita pada Indonesian.

Contoh yang perlu kita lihat, bilang Sukandar, seperti di Singapura, mereka tidak peduli siapa presidennya, yang penting bisa membuat Singapura maju, begitu juga Korea dan beberapa negara lainnya. “Sementara, maaf kita masih disibukan dengan etnis dan beda keyakinan,”katanya.

Dengan adanya seminar ini, Sukandar berharap pada semua peserta bisa menjaga keutuhan NKRI, khususnya Tebo. “Saya ucapkan kepada seluruh peserta selamat mengikuti seminar,”pungkasnya.

Untuk diketahui, sesuai jadwal, Rabu (20/9) kemarin, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Tebo menggelar seminar terkait Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017.

Seminar yang dilaksanakan di aula kantor KPUD Tebo ini, terpaksa dipindahkan ke aula pendopo rumah dinas Bupati Tebo. Pasalnya, mendadak pihak PLN melakukan pemadaman listrik.

Seminar yang dibuka langsung oleh Ir. Supadi Asisten III Sekda Tebo ini dihadiri langsung oleh Kapolres Tebo AKBP Budi Rahmat, Rosandi, SH Kasi Intel Kejari Tebo, Kamenag Tebo, Ketua KPUD Tebo, perwakilan dari TNI, ormas OKP, mahasiswa, pelajar, wartawan dan undangan lainnya.

Usai pembukaan, para undangan dan peserta seminar menandatangani prasasti ikrar mendukung UU Nomor 2 Tahun 2017.

Untuk nara sumber seminar ini adalah Dosen UIN STS Jambi Bahren Nurdin yang juga motivator pendidikan Provinsi Jambi, Akadimisi Lukman dan Basri Pimpinan Pondok Pesantren Raudatul Asror.

Terkait pemindahan lokasi atau tempat seminar ini pun membuat Sukandar berang. Pasalnya, yang dia ketahui jika panitia seminar telah meminta izin pemakaian aula Pendopo ke Pemkab Tebo.

“Kita punya aula di pendopo kok dilaksanakan di aula KPUD. Mereka (Panitia) kan sudah minta izin. Nanti saya cek seperti apa urusan peminjaman ini. Jangan sampai terkesan ada yang menghambat kegiatan ini, “ketus Sukandar.

Sementara Khairul Akmal menjelaskan bahwa beberapa hari sebelum dilaksanakan kegiatan, panitia telah melayangkan surat izin pemakaian Pendopo ke bagian Umum Sekdata Tebo yang ditujukan kepada Sekda Tebo. Sayangnya, izin pemakaian Pendopo dikeluarkan oleh bagian Sekda Tebo pada Selasa (19/9) sekiatar pukul 16.35 Wib.

“Acara hari Rabu pagi, sementara izin dikelaurakan pada Selasa sore. Makanya kita putuskan melaksanakan seminar ini di aula KPUD Tebo. Soalnya ini berkaitan dengan pendistribusian undangan. Kan sangat sulit, pagi undangan malam baru sebari undangannya,” kata Akmal. (ial)

Publish   : DSM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *