Gelar Sosialsisasi Hukum Untuk Menekan Konflik Sosial Perusahaan dan Masyarakat

Polrestebo.jambi.polri.go.id, Sumay – Mengurangi adanya konflik berkepanjangan dengan masyarakat, PT LAJ menggelar kegiatan sosialisasi tentang penggarap lahan diatas hak tanah  konsesi Pt. LAJ, Junat ( 27/4/18).

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Camat Sumay Yahosa Sip, Kapolsek Sumay Iptu Asep Ruhyana dan Anggota , Danramil Tebo Tengah diwakili oleh Babinsa, Ketua KPHP wilayah Barat unit 9 sdr. Ir. Joko Sutrisno, Tim sosialisasi dari PT.LAJ,Kades Muaro Sekalo dan perangkat Desa, Kades Semambu diwakili oleh Sekdes Sdr Tony, serta para masyarakat Penggarap lahan lebih kurang sebanyak 50 orang.

Kegiatan ini untuk meminimalisir adanya konflik permasalahan lahan agar masyarakat memahami dan tidak melakukan upaya memperluas atas  hak tanah garapan / tanah konsesi Pt. LAJ sesuai dengan izin yang telah diberikan Negara kepada PT.LAJ.

PT. LAJ menyampaikan kepada masyarakat agar masyarakat yang menggarap lahan dibawah 10 ha dan telah di garap tidak akan di ambil alih oleh Pihak Pt. LAJ. Selain itu Pihak perusahaan menyampaikan bagi masyarakat yang menggarap tanah lebih dari 10 ha akan diupayakan pendekatan persuasif namun apabila tidak ada titik temu akan dilakukan upaya hukum, Pihak Pt. LAJ akan berupaya untuk solusi kemitraan bagi lahan ditanah Pt. LAJ yang telah ditanami.

Dari data yang dihimpun, sementara ini pihak PT. LAJ fokus pengambilan  terhadap lahan tidur yang dikuasai oleh masyarakat namun sebagai konpensasinya / mengganti tenaga yang telah dikeluarkan oleh penggarap  lahan tersebut, pihak Pt. LAJ akan memberikan berupa uang tali asih yang besarannya sudah ditentukan oleh PT LAJ.

Hal ini dibenarkan kan langsung oleh Kapolsek Sumay Iptu Asep Ruhyana saat dikonfirmasi. Pihaknya yang pada saat itu mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut menjelaskan bahwa ini sebagai langkah pihak perusahaan dalam memperkecil atau menimalisir timbulnya kembali konflik antar masyarakat dan perusahaan.

“Kegiatan sosialisasi ini sebagai langkah persuasif perusahaan dalam mengantisipasi adanya konflik sosial antar warga dan perusahaan karena permasalahan lahan. Semoga dengan kegiatan ini kita dapat menemukan solusi yang terbaik,”ungkap Kapolsek Sumay.

Selain itu, lanjut Kapolsek bahwa pihaknya juga menjelaskan kepada masyarakat terhadap status tanah yang mereka tempati, secara hukum yang mendapat izin pengelolaan tanah tersebut adalah Pt. LAJ dan mereka telah melakukan penyerobotan /perambahan terhadap hutan kawasan / tanah milik orang lain dan hal itu dapat dipidanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Ya kami harap dengan sosialisasi ini masyarakt jadi lebih memahami dan jangan sampai ada masyarakat yang tidak mengetahui permasalahan hukum ini terkena imbasnya,”imbuh Kapolsek.

Pihaknya juga menekankan kepada masyarakat tentang permasalahan Hoax. Ia meminta seluruh masyarakat ikut cerdas dalam menanggapi berita yang tidak jelas sumbernya. Baik langsung dari mulut ke mulut ataupun melalui Medsos.

“Kami harap masyarakat tidak mudah terpancing dengan isu yang tidak jelas sumbernya, dan selain itu kami juga memberikan himbauan tentang Karhutla karena jelas bagi yang melanggar jelas akan mendapat sanksinya secara hukum sebagaimana dimaksud dalam pasal 93 ayat 1 UU No 32 tahun 2009,”tutup Kapolsek.

Publish : DSM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *