Di Datangi Polisi, Puluhan Pelaku PETI Melarikan Diri

Polrestebo.jambi.polri.go.id, Tebo – Puluhan pendompeng atau pelaku penambang emas tanpa izin (PETI) tunggang langgang melarikan diri ke hutan saat anggota Polres Tebo mendatangi lokasi dompeng mereka, Kamis sore (4/1/2018).

Sedikitnya, 23 unit mesin dompeng atau mesin tambang emas tanpa izin (PETI) ditinggali oleh pemiliknya di dusun Remaji, desa Rantau Api, Kecamatan Tengah Ilir Kabupaten Tebo.

Lokasi penambangan PETI di desa Rantau Api

“Tadi, waktu kita datang mereka (pendompeng,red) berhamburan lari ke hutan, “ujar Brigpol Sulaiman personel Polres Tebo yang ikut mendatangi lokasi dompeng.

Kapolres Tebo AKBP Budi Rachmat, S.I.k, M.Si yang turun langsung ke lokasi dompeng saat dikonfirmasi menjelaskan, keberadaan lokasi dompeng ini diketahui dari laporan masyarakat yang mengatakan jika ada aktivitas PETI di dusun Remaji, Desa Rantau Api, Kecamatan Tengah Ilir.

“Dari laporan masyarakat ini, kita langsung menindak lanjuti laporan tersebut. Ternyata benar ada aktivitas PETI yang baru buka sekitar satu atau dua minggu di sini,”kata Kapolres Tebo.

Dimana, lanjut Kapolres, pihaknya telah mengamankan 23 keong atau alat mesin dompeng dan 23 alat dompeng ini sebagian sudah beroperasional dan sebagian lagi masih dirakit (mesin baru).

Selain itu, sebut Kapolres, pihaknya juga menemukan barang bukti puluhan unit kendaraan bermotor, beberapa cangkul yang terlihat masih baru dan belum dipakai, KPT dan lain sebagainya.

“Kalau dilihat dari kondisi cangkul yang masih baru menunjukan jika aktivitas dompeng ini baru dibuka oleh masyarakat dan dengan banyaknya kendaraan roda 2 dilokasi ini menunjukan bahwa jumlah pelaku lebih dari 10 orang, “jelasnya.

Petugas menemukan beberapa identitas para pelaku PETI

Disinggung ada berapa tersangka pelaku PETI yang diamankan dan berapa luasan lokasi PETI Kapolres menyebutkan Ada 3 tersangka yang diamankan dan luas lokasi sekitar 2 Ha lebih,

“Untuk itu, kami masih mensiagakan personil dilokasi PETI dan sekaligus mengemasi beberapa alat dompeng yang bisa dibawa ke Polres untuk dijadikan sebagai alat bukti dalam proses penyelidikan,”tutup Kapolres. (p01).

Publish : DSM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *