Berkas Pembunuhan di PT TPIL P21, Pelaku Terancam Hukuman Mati

Polrestebo.jambi.polri.go.id, Tebo  – Kasus pembunuhan yang terjadi di PT Tebo Plasma Inti Lestari (TPIL) pada akhir tahun 2017 lalu memasuki babak baru. Pasalnya Sat Reskrim Polres Tebo yang telah bekerja dengan maksimal dalam mengungkap kasus tersebut, pada hari Jumat (2/2/18) telah menyerahkan ketiga pelaku ke pihak Kejaksaaan Negri Tebo karena berkas dinyatakan lengkap (P21). Ketiga pelaku yang diketahui masih ada hubungan saudara ini diantaranya Wirani Laia Binti Oneke Laia, Arman Laia bin Amawatina Laia dan Fandi Giawa bin Wira Giawa.

Pelimpahan tahap II, kasus tiga pembunuh keji PT. TPIL ini langsung diserahkan oleh penyidik Reskrim Polres Tebo dan diterima oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Zainal, SH. Ketiga pembunuh asal Pulau Nias Sumatera Utara ini dijerat dengan pasal 340 KUHPidana subsider pasal 338 KUHPidana jo pasal 55 ayat (1) ke-1 klKUHPidana jo pasal 88 KUHPidana  dengan ancaman hukuman Mati.

“Iya, pelimpahan tahap II, kasus pembunuhan di PT. TPIL sudah dilakukan dan dalam waktu dekat, kita akan sidangkan kasus ini,”terang Zainal JPU Kejaksaan Negeri Tebo.

Sementara itu Kapolres Tebo AKBP Budi Rachmat, S.I.K, M.Si melalu Kasat Reskrim Polres Tebo Akp Hendra Wijaya, S.I.K saat dikonfrimasi membenarkan hal tersebut. Pihaknya mengatakan bahwa berkas ketiga pelakua sudah dinyatakan lengkap oleh JPU dan proses selanjutnya diserahkan ke Pihak Kejaksaan Tebo.

“Penyidikan telah kita lakukan dengan maksimal hingga berkas dinyatakan lengkap oleh JPU. Sesuai penyedikan ketiga pelaku kita jerat  pasal 340 KUHPidana subsider pasal 338 KUHPidana jo pasal 55 ayat (1) ke-1 klKUHPidana jo pasal 88 KUHPidana dengan ancaman hukuman Mati. Untuk selanjutnya kita serahkan kepada Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Tebo,”tegas Kasat.

Diketahui, Pada akhir bulan Oktober 2017 lalu, Ridwan Simbolon karyawan PT. TPIL melaporkan hilangnya istri beserta anaknya Dona Sitorus dan Niconius Iraldo Simbolon (4) serta tetangganya Ita Susanti. Pada 6 November 2017, warga perkebunan Afdeling I PT. TPIL dihebohkan dengan penemuan jasad manusia yang sudah cerai berai berserakan dikebun sawit. Jasad tersebut diketahui adalah jasad ketiga korban yang hilang yakni Dona Sitorus, Ita Susanti dan Niconius.

Polisi menyimpulkan kalau jasad yang sudah membusuk tersebut adalah korban pembunuhan, penyidikan dan pengembangan kasus dilakukan, hebat, belum satu bulan kasus pembunuhan sadis ini terungkap.

Pada 16 Desember 2017, tim reskrim Polres Tebo berhasil menangkap otal pembunuhan sadis tersebut, yakni Wirani Laia alias Mamak Febri. Wanita muda ini ditangkap ditemat persembunyiannya di Medan Sumatera Utara. Berselang beberapa hari, 2 pelaku lain yakni Arman Laia dan Fandi Giawa berhasil dibekuk disalah satu kebun sawit milik warga Tanah Tumbuh Bungo.

Dari pengakuan dan reka ulang yang digelar Polres Bungo pada 20 Desember 2017, terlihat bagaimana kejinya ketiga pelaku ini menghabisi nyawa ketiga korban. Semua korban dirobek bagian perutnya menggunakan egrek alat panen sawit dan isi perutnya dikeluarkan. Sadisnya aksi ketiga pelaku ini membuat sedih keluarga para korban yang ditinggalkan terumaha Ridwan Simbolon. Suami dari Dona Sitorus dan Ayah dari Niconius ini meminta keadilan yang seadil-adilnya, para pelaku harus menerima ganjaran atas perbuatan mereka dan Ridwan meminta para pelaku dihukum mati.

(Dsm)

Publish  : DSM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *