Akibat Sengketa Lahan, Desa Rantau Pandan Memanas

Polrestebo.jambi.polri.go.id, Muara Bungo – Saat ini kondisi lapangan masih dijaga pasukan Brimob, polisi dan TNI. Hingga tengah malam ini, kata Kapolsek Rantau Pandan AKP Herdis beberapa massa masih berada di lokasi klaim.

“Tetapi kita juga sedang berjaga jaga dan mengantisipasi, satu pleton brimob sekitar pukul 21.30 WIB dan bantuan dari Polres sudah di lapangan,” katanya.

Sengketa lahan bermula dari permasalahan lahan atau tanah yg sedang di buka oleh PT.ULFA sub kontraktor PT DABARA.
Dimana lahan atau tanah tersebut juga di klaim oleh pihak PT,KBPC. Masing masing klaim mempunyai hak atas tanah itu.

Menurut Adum yg menjual tanah ke PT KBPC, Lahan yg di jual olehnya ke pt Kbpc berasal dari tanah pak krum warga desa Leban berdomisili di Rantau Pandan.

“Dan sudah di adakan rapat ninik mamak dusun Rantau Pandan serta di tanda tangani baik dari pihak ninik mamak, polsek dan koramil menerangkan bahwa kepemilikan jatuh kepada saya,” katanya

M husaini alias Jangcik yang menjual tanah ke PT DABARA mengaku membeli tanah yang di kerjakan oleh PT Dabara dari warga bernama Bolong warga Lubuk Kayu Aro, Kecamatan rantau pandan.

“Surat jual beli sekitar tahun 80 an berdasarkan SKT dari Bolong yg bertahun 1940,” katanya. (DSM)

Sumber  : IMCNews.Id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *