Kualitas Bangsa Ada Dipundakmu, Wahai Pahlawanku Guru

 

Polrestebo.jambi.polri.go.id,Tebo- Keberhasilan suatu bangsa tak lepas dari pahlawan tanpa tanda jasa atau yang lazim di sebut sebagai Guru. Guru adalah seorang pahlawan yang sudah menciptakan generasi yang berkualitas, untuk membangun wajah peradaban guna mendesain generasi bangsa kita dari tahun ke tahun yang akan datang. Menjadi guru merupakan sebuah kehormatan, sebab dipundaknyalah masa depan bangsa terukir. Hal ini penting, karena peran guru tak dapat dipisahkan dari pendidikan. Dengan pendidikan dapat membentuk baik atau buruknya pribadi generasi muda dan bangsa ini.

Pendidikan merupakan kunci untuk mengubah dunia, ungkapan dari Nelson Mandela. Karena dengan berpendidikan kita dapat menghadapi tantangan dan tuntutan kehidupan yang terus berkembang. Pendidikan diibaratkan seperti cahaya, misalnya ada sebuah rumah tua yang tidak memiliki jendela. Sehingga, apabila tidak ada cahaya dan angin yang masuk ke dalamnya. Lalu apa yang terjadi dengan rumah tua tersebut? Tentunya akan menjadi gelap gulita dan sesak karena tidak ada pertukaran udara di dalamnya. Dalam hal ini, dapat diartikan bahwa pendidikan diibaratkan dengan sebuah jendela. Lain halnya dengan rumah yang memiliki sirkulasi udara yang baik karena ada jendelanya, tentu akan terang-benderang dan kondisi rumah tersebut menjadi nyaman karena ada sirkulasi udaranya.

Oleh sebab itu, potret dunia pendidikan hari ini adalah potret Indonesia masa depan. Hitam putihnya generasi suatu bangsa khususnya generasi muda saat ini, sangat bergantung para pendidiknya. Hal ini juga telah tercantum dalam pembukaan UUD 1945 yang salah satu janji yang tertulis disana adalah Mencerdaskan Kehidupan Bangsa. Janji tersebut harus dilunasi untuk setiap anak bangsa Indonesia. Gurulah yang berada di garis depan untuk melunasi janji kemerdekaan tersebut, mencerdaskan bangsa.

Tak ada bangsa yang besar tanpa peran seorang guru. Sebagai pondasi awal dalam proses pembangunan, gurulah yang akan menjadi ujung tombak agen perubahan karakter bangsa. Di pundaknya terpikul tanggung jawab yang agung yaitu memberantas kebodohan, sekaligus menghujamkan kearifan sehingga bisa memahami tentang makna dan tujuan hakiki jati diri dan kehidupan.

Sebagai salah satu mahasiswi jurusan pendidikan, jika saya menjadi guru atau jadi pengajar, dapat penuh semangat mengajar dan menjadi tauladan bagi murid, walau terkadang dibutuhkan kesabaran yang sangat tinggi dalam mendidik. Namun dari situlah aliran berkat tidak akan pernah berhenti. Berkat yang tiada henti-hentinya melalui anak-anak didik yang menjadi manusia berkarakter mulia. Karakter memang tidak cukup diajarkan melalui lisan dan tulisan. Karakter diajarkan melalui teladan. Oleh karena itu marilah dan jadilah figur-figur yang diteladani oleh murid-murid dan lingkungannya. Demi membangun pendidikan karakter melalui keteladanan guru. Selamat Hari Guru, semangat mengabdi mencerdaskan anak negeri.**(Roy)

Penulis: Desi Aulia Ulpa, Mahasiswa FKIP/Pendidikan Ekonomi, Universitas Jambi.

Publish : DSM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *